Let's Chat

Pesona Desa Wisata 2017 Kabupaten Malang diikuti Anggota Asidewi dari Berbagai Daerah

Boon Pring Andeman Desa Wisata Sanankerto Kecamatan Turen yang juga anggota Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) yang kali ini dipilih menjadi lokasi gelaran puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) serta kegiatan Pesona Desa Wisata 2017 Kabupaten Malang. Even ini juga diikuti Anggota Asidewi dari berbagai daerah.

Beragam kegiatan digelar selama tiga hari di Desa Wisata Sanankerto dan berpusat di Boon Pring Andeman. Festival kesenian, pameran produk kreatif desa wisata, sarasehan pariwisata kerakyatan dan gelar 1001 tumpeng akan memeriahkan acara tersebut. “Parade egrang serta sarasehan itu hari pertama akan dibuka Bapak Bupati,” ungkap Kepala Desa Sanankerto, Subur. Mengawali acara, para tamu undangan disuguhi Tari Nusantara oleh lima penari dari Sanggar Tari Maharani.

Peresmian pelaksanaan Pesona Desa Wisata 2017 dan launching smart village Boon Pring itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Oneng dan Bupati Malang Rendra Kresna.

Selanjutnya, para pejabat ini menyempatkan diri mencoba langsung aplikasi berbasis android khusus untuk melihat informasi ekowisata Boon Pring.

Melalui aplikasi tersebut masyarakat bisa melihat secara lengkap informasi dan paket wsiata, fasilitas serta wahana yang ada di ekowisata Boon Pring.

Wisata Boon Pring Andeman sendiri selama ini merupakan salah satu destinasi wisata yang terbilang murah meriah. Pemandangan alami khas pedesaan bisa pengunjung dapatkan saat berkunjung kesini. Di tempat wisata tersebut pengunjung juga bisa belajar mengenai beragam jenis-jenis bambu. Tidak berhenti disitu, pengunjung juga bisa naik perahu dan berkeliling Wisata Boon Pring Andeman.

Event Pesona Dewi ini dikemas selama tiga hari, hingga hari Senin (16/10). Puncaknya bersamaan acara bersih Desa Sanankerto dengan menggelar 1001 tumpeng.

Selama tiga hari itu, 15 desa wisata Kabupaten Malang memamerkan produk-produk unggulan mereka. Tentu saja daya tarik wisata juga mereka tampilkan pada ruang pamer berupa gazebo yang berderet sepanjang hampir 1 km di Jalan Raya Desa Sanankerto.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, jajaran pimpinan Polres Malang, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Malang, dan Kepala Dinas Pariwisata se-Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, hadir juga para perwakilan pemangku kebijakan di sejumlah kabupaten di Indonesia antara lain Kabupaten Magelang, Banjarnegara, DKI Jakarta, Blitar, Lamongan, Pacitan, Madiun Jember Lumajang, Ngawi serta para penggiat pariwisata khususnya pelaku desa wisata se Indonesia.

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Oneng Setya Har ini berjanji akan terus mendorong  dan mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia. Prioritasnya adalah wisata berbasis lingkungan seperti desa wisata.

“Sebab pengembangan desa wisata berdampak postif bagi masyarakat sekitar. Perekonomian mereka pasti akan ikut terangkat. Saat ini, desa wisata memiliki daya saing yang lebih dibanding wisata jenis lain,” ujar perempuan yang akrab disapa Oneng ini.

Menurutnya, pengembangan pariwisata yang efektif itu harus meliputi tiga hal yaitu solid, speed dan smart.

Solid artinya membangun wisata harus saling bersinergi antara satu dengan lainnya. Intinya semua pihak harus memiliki satu visi dan tujuan yang sama yakni mengembangkan pariwisata di wilayahnya.

Speed atau cepat bermakna pelaku wisata atau penggiat wisata harus bergerak cepat dan selalu inovatif dalam menjalankan semua program pengembangan wisata.

“Kalau penggiat wisata tidak bergerak cepat atau lambat, maka dipastikan akan kalah saing dengan daerah lain yang juga mengembangkan potensi wisata di desanya. Kami ingin pelaku wisata punya semangat yang sama untuk memajukan daerahnya,” terangnya.

Terakhir yaitu smart atau pintar. Setiap pelaku wisata yang terlibat dalam pengembangan desa wisata harus pandai membuat terbosan dan konsep baru yang berbeda dengan desa wisata lainnya.

Masih kata Oneng, tiga indikator ini bila diterapkan oleh pelaku wisata di Indonesia, maka sektor pariwisata di wilayahnya akan benar-benar berdampak pada peningkatan perekonomian warganya.

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *