1. Kegiatan Pelatihan Kepariwisataan
Kegiatan pelatihan kepariwisataan yang dilakukan oleh Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) bekerja sama dengan kementerian pariwisata, pemerintah kabupaten, dinas pariwisata, dinas pariwisata provinsi. Kegiatan pelatihan merupakan langkah awal sebelum dilakukan sertifikasi dimana para pelaku desa wisata diberikan pengetahuan,
pengalaman langsung bagaimana mengembangkan setiap potensi yang ada di desa wisata dengan baik. Kegiatan pelatihan yang pernah dilakukan Asidewi salah satunya diadakan di desa wisata agropolitan Karangsono Kabupaten Blitar dan kegiatan pelatihan lain diluar Blitar yang diikuti oleh desa wisata di Kabupaten Blitar

2. Kegiatan Sertifikasi Kepariwisataan
Kegiatan sertifikasi kepariwisataan merupakan kegiatan kelanjutan dari pelatihan kepariwisataan. Sertifikasi kepariwisataan untuk pemandu lokal, pemandu agro, pengelola home stay dan profesi lain terkait profesi
kepariwisataan yang ada di desa wisata. Kegiatan sertifikasi yang dilakukan Asidewi bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Nasional dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam pengembangan desa wisata, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) mengadakan sertifikasi secara bertahap
dan mengedepankan pemerataan para pelaku desa wisata.

3.Visitasi Pendampingan Desa Wisata
Kegiatan pendampingan desa wisata merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) secara berkala dengan mengunjungi desa wisata yang tergabung dalam wadah jejaring Asidewi untuk berdiskusi membicarakan program yang telah dilakukan
sebelumnya dan merencanakan program kelanjutan untuk mengembangkan desa wisata. Kegiatan visitasi menjadi hal yang penting dalam pengembangan desa wisata karena desa wisata tentunya memiliki potensi yang beragam tentunya dibutuhkan perlakuan khusus dalam pengembangan setiap potensi yang ada dan Asidewi digunakan untuk wadah diskusi pengembangan potensi desa wisata tersebut.

4. Wadah Berjejaring Antar Desa Wisata
Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) berperan sebagai wadah berjejaring bertukar informasi antar desa wisata di seluruh Indonesia. Desa wisata yang tergabung dalam jejaring Asidewi terbantu dengan hal tersebut karena kegiatan atau event yang dilaksanakan di desa wisata akan banyak diketahui dan diakses desa wisata lain di Indonesia. Dan juga sebagai wadah diskusi antar pelaku desa wisata sekaligus saling
berbagi informasi dan motivasi untuk mengembangkan setiap potensi yang ada di desa nya masing-masing.

5. Menjalin Kemitraan Dengan Stakeholder Pariwisata Lainnya
Dalam mengembangkan sebuah desa wisata, Asidewi menjalin kerjasama dengan para penggiat pariwisata lainnya. Hal ini dilakukan karena pengembangan sebuah desa wisata membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan multidisiplin ilmu. Oleh karena itu, dengan melakukan kemitraan bersama asosiasi pariwisata yang lain dapat memberikan kemanfaatan kepada para pelaku desa wisata dalam mengembangkan desa wisatanya.

a. Menjalin Kemitraan Dengan Asosiasi Pariwisata Lainnya
Hasil program kemitraan ini adalah memberikan kesempatan bagi para pelaku desa wisata untuk melaksanakan pendidikan DIV kepariwisataan yang terdapat disana dengan program unggulannya satu desa wisata satu sarjana pariwisata.

b. Kemitraan dengan Universitas Negeri Jember
Hasil program kemitraan ini adalah ikut berpartisipasinya para pengajar pariwisata yang dimiliki oleh DIII Kepariwisataan Universitas Negeri Jember untuk ikut serta mendampingi pengembangan desa wisata yang ada dalam jejaring Asidewi.

c. Kemitraan dengan himpunan mahasiswa pariwisata Indonesia
Hasil program kemitraan ini adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa pariwisata untuk melakukan pengabdian masyarakat dan penelitian di desa wisata yang tergabung dalam wadah Asidewi sehingga memberikan manfaat bertambahnya khasanah keilmuan tentang tata cara pengelolaan desa wisata.

d. Kemitraan dengan Bappeda Provinsi JawaTimur
Hasil program kemitraan ini adalah terbentuknya buku pedoman perencaan partisipatif pengembangan model desa wisata yang berkelanjutan sehingga dapat dijadikan rujukan para pelaku desa wisata untuk mengembangkan desa wisatanya masingmasing.

e. Kemitraan dengan Kementrian Republik Indonesia
Hasil program kemitraan ini adalah memberikan kesempatan bagi pelaku desa wisata Indonesia untuk meningkatkan kapasitas SDM nya dengan berbagai macam pelatihan, sertifikasi pemandu dan promosi desa wisata serta penambahan sarana fisik penunjang akomodasi ke desa wisata.

f. Kemitraan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur
Hasil program kemitraan ini adalah memberikan kesempatan bagi pelaku desa wisata Indonesia untuk meningkatkan kapasitas SDM nya dengan berbagai macam pelatihan, sertifikasi pemandu dan promosi desa wisata serta penambahan sarana fisik penunjang akomodasi ke desa wisata.