Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) berazaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Landasan Konstitusional, Undang-Undang Kepariwisataan yang berlaku, Keputusan Musyawarah Asidewi Jatim, sebagai landasan operasional. Sesuai yang terdapat pada AD/ART Asosiasi Desa Wisata Indonesia memiliki visi, misi dan tujuan.

Visi

Spirit kearifan lokal menuju desa wisata hebat bangsa bermartabat.

Misi

  1. Meningkatkan peran pelaku desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat.
  2. Meningkatkan citra pariwisata Indonesia khususnya desa wisata
  3. Meningkatkan pengetahuan dan skill pelaku desa wisata secara professional
  4. Wadah berjejaring bertukar informasi antar pelaku desa wisata di seluruh Indonesia.

Tujuan

  1. Meningkatkan peran anggota sebagai salah satu pelaku utama pariwisata berbasis desa, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan pendapatan serta pengembangan kapasitas usaha masyarakat desa yang mampu berdaya saing global.
  2. Meningkatkan Citra Pariwisata Indonesia dengan memberikan kepuasan, rasa aman, adanya kepastian perlindungan dan jaminan terhadap kepentingan pemakai jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan tanpa mengorbankan kepentingan sesama anggota.
  3. Meningkatkan peran anggota dengan melakukan usaha-usaha untuk memajukan kemampuan yang meliputi kemampuan profesional, teknis dan finansial sehingga bisa mencapai standar internasional.

Fungsi

  1. Mewakili dan memperjuangkan kepentingan anggota Asidewi.
  2. Mengembangkan kemampuan dan meningkatkan ketrampilan para anggota Asidewi agar dapat mencapai kinerja yang lebih baik dalam mengembangkan desa wisata.
  3. Mencari dan menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan pemerintah dan kebijakan lainnya di bidang kepariwisataan yang berkaitan dengan usaha desa wisata.
  4. Menjaga etika usaha, mencegah persaingan tidak sehat di antara sesama pengelola desa wisata Indonesia serta menggalang kerjasama dengan semua pihak untuk kepentingan anggota khususnya dan kepentingan kepariwisataan pada umumnya.
  5. Melaksanakan fungsi mediasi sesama anggota asidewi maupun pihak lain dalam rangka penyelesaian masalah dalam pengembangan desa wisata.