Blog  

​Desa Wisata Pulau Sapi Mendapat Pendampingan Intensif untuk Pengelolaan Berkelanjutan

Malinau Utara, Kalimantan Utara — Desa Wisata Pulau Sapi, yang terletak di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, mulai mendapat pendampingan intensif dari tim ahli desa wisata ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) dalam upaya mengembangkan potensi pariwisata yang ada. Program pendampingan ini diharapkan mampu mendorong desa ini menjadi destinasi unggulan yang berbasis pada kedaulatan pangan dan budaya. Sabtu,06/06/25

​Acara sosialisasi pendampingan ini bertujuan untuk memperkenalkan program pendampingan desa wisata oleh tim ASIDEWI. Tim akan tinggal dan mendampingi warga selama 30 hari ke depan untuk menggali dan mengembangkan potensi Desa Pulau Sapi.

Program ini fokus pada pengembangan desa wisata berkelanjutan yang memiliki komoditas desa yang kuat, seperti agrowisata dan agrominapolitan.

​Acara sosialisasi dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ibu Kabid Destinasi dan Usaha Pariwisata Malinau, Kepala Desa Pulau Sapi, Bapak Rudi, perwakilan dari Kecamatan Mentarang, tokoh masyarakat, anggota Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan tim ASIDEWI yang dipimpin oleh Andi Yuwono.



​Sosialisasi ini merupakan bagian dari program pendampingan yang dimulai sejak tim ASIDEWI tiba di Kabupaten Malinau pada hari Minggu. Tim akan berada di Kabupaten Malinau selama 30 hari ke depan untuk pendampingan secara langsung.

​Acara sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau Utara yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dilakukan oleh Tim ahli dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI).

​Tujuan utama pendampingan ini adalah untuk membantu Desa Pulau Sapi menggali potensi wisata secara lebih optimal dan berkelanjutan. Meskipun sudah dikenal sebagai desa wisata buatan yang berhasil masuk dalam 50 desa wisata terbaik Kemenparekraf, ada potensi lain yang perlu digarap lebih dalam, terutama terkait agrowisata dan kedaulatan pangan.

“Kami dari desa meminta pendampingan dari tim ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) agar lebih baik ke depannya, dalam rangka menggali potensi wisata yang ada di Desa Pulau Sapi,” ujar Kepala Desa Rudi.

​Proses pendampingan akan dilakukan secara langsung (life-in) di desa. Tim ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) akan bekerja sama dengan kepala desa, Pokdarwis, dan tokoh masyarakat untuk memahami kondisi desa secara mendalam.

Mereka akan berkolaborasi dalam merumuskan dan mengimplementasikan rencana pengembangan yang fokus pada penguatan komoditas desa, nilai tambah, dan pelestarian budaya.

Diharapkan, dengan pendampingan ini, Desa Pulau Sapi dapat mengembangkan satu program unggulan yang berhasil daripada banyak rencana yang tidak terealisasi.

​”Lebih baik kita bangun satu yang berhasil daripada membuat perencanaan 10 yang tidak terlaksana,” tegas Boy, salah satu anggota yang hadir.

​Program pendampingan ini menandai komitmen serius dari Pemerintah Kabupaten Malinau dan ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) untuk memajukan sektor pariwisata desa, dengan Desa Pulau Sapi sebagai salah satu desa yang didampingi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let's Chat