Malinau, Kalimantan Utara (24 Oktober 2025) – Sebuah tonggak sejarah baru dalam peta pariwisata Indonesia resmi ditorehkan melalui langkah progresif Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI). Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malinau, ASIDEWI meluncurkan Kick Off Sertifikasi/Uji Kompetensi Pengelola Desa Wisata perdana di Indonesia yang dibuka langsung oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ibu Ir. Martini Mohamad Paham, MBA.
Momentum bersejarah ini berlangsung di tengah kemeriahan Festival Budaya IRAU 2025. Langkah ini menjadikan Malinau sebagai daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan sertifikasi kompetensi komprehensif bagi pengelola desa wisata sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Inisiatif yang digulirkan ASIDEWI ini menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Pesona Indonesia sebagai tim penguji ahli.
Kegiatan sertifikasi ini dipusatkan di Hotel Mahkota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 24-25 Oktober 2025. Di tempat uji kompetensi (TUK) ini, para pengelola desa wisata menghadapi serangkaian asesmen ketat untuk membuktikan profesionalisme mereka. Program uji kompetensi ini juga sebagai penutup dari program pendampingan intensif 6 (enam) desa wisata di perbatasan Indonesia Malaysia di kabupaten Malinau selama kurang lebih 2 (dua) bulan.

Ketua Umum ASIDEWI, Andi Yuwono, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen ASIDEWI untuk membawa desa wisata Indonesia “naik kelas”.
“ASIDEWI menginisiasi program ini karena kami percaya bahwa kunci keberlanjutan desa wisata adalah kualitas manusianya. Dengan hadirnya Ibu Deputi Kemenparekraf dan dukungan LSP Pariwisata Pesona Indonesia, kami memberikan kepastian bahwa pengelola desa di Malinau kini memiliki ‘lisensi profesional’ yang diakui negara,” ujar Andi Yuwono.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Ir. Martini Mohamad Paham, MBA., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif kolaboratif ini. Beliau menyebut sinergi antara ASIDEWI dan Pemkab Malinau sebagai pionir dan role model nasional yang harus dicontoh oleh ribuan desa wisata lainnya di seluruh Nusantara untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di mata internasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau, Dr. Kristian, M.Si., mengungkapkan bahwa kehadiran LSP Pariwisata Pesona Indonesia sebagai penguji memberikan validasi objektif.
“Ini adalah instrumen untuk memvalidasi bahwa pengelola desa wisata kita mampu bekerja secara terukur dan profesional,” jelasnya.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini.
“Bersama ASIDEWI dan tim penguji LSP, kita membuktikan bahwa wilayah perbatasan mampu menjadi motor penggerak profesionalisme pariwisata nasional. Sertifikasi di Hotel Mahkota ini adalah janji kami kepada dunia bahwa pelayanan di Malinau adalah pelayanan berstandar dunia,” tegas Bupati Wempi.

Program inisiasi ASIDEWI ini melibatkan pengelola dari enam desa wisata unggulan (Desa Wisata Serindit, Setulang, Pulau Sapi, Long Loreh, Long Alango, dan Apauping). Mereka menjalani uji kompetensi pada tiga skema utama :
- Pengelola Desa Wisata (Standar Manajerial)
- Pemandu Ekowisata (Standar Konservasi dan Edukasi)
- Instruktur Outbound (Standar Keamanan dan Pelayanan)
Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) adalah organisasi nasional yang berfokus pada pendampingan, pengembangan, dan pemberdayaan desa wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) di seluruh Indonesia guna mewujudkan kedaulatan ekonomi melalui sektor pariwisata.




