Tulungagung – Geliat pariwisata di Kabupaten Tulungagung kian bergairah. Saat ini, Desa Karangrejo tengah menjalani transformasi menjadi destinasi wisata unggulan berkat program pendampingan intensif yang diinisiasi oleh mahasiswa magang dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang berkolaborasi dengan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI).
Program magang yang berlangsung dari 20 Juni 2026 hingga 20 Agustus 2026 ini diikuti oleh empat mahasiswa program studi Pariwisata ITERA, yaitu Kuta Dewata Realino Marpaung, Mawan Rizky Adhitia Stiawan, Hosea Febryan Gultom, dan Rayhan Zavani Muhammad.
Pendampingan ini menitikberatkan pada penguatan ekosistem Community Based Tourism (CBT). Melalui konsep ini, warga lokal ditempatkan sebagai subjek utama yang memegang kendali penuh dalam pengelolaan dan pengembangan potensi wisata di wilayahnya sendiri, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Strategi Komprehensif untuk Keberlanjutan, Tim mahasiswa magang telah menyusun langkah strategis yang terstruktur untuk memastikan pengembangan wisata di Karangrejo berjalan profesional dan berkelanjutan.
Fokus utama pendampingan mencakup lima pilar :
Identifikasi Potensi dan Analisis Strategis : Melakukan pemetaan mendalam terhadap daya tarik unik desa, aksesibilitas, dan kebutuhan pasar untuk memastikan daya saing.
Penguatan Kelembagaan : Memfasilitasi pembentukan pengelola desa wisata yang formal, legal, dan memiliki tata kelola yang terstruktur.
Peningkatan Kapasitas SDM : Menggelar pelatihan intensif bagi warga, meliputi standar hospitality, sapta pesona, hingga keahlian pemanduan wisata profesional.
Pengembangan Produk Wisata : Mengolah kearifan lokal, kuliner khas, dan destinasi desa menjadi paket wisata yang menarik dan bernilai jual.
Digitalisasi Promosi : Membangun ekosistem pemasaran digital melalui website desa, manajemen media sosial, dan produksi konten visual kreatif untuk menjangkau wisatawan nasional hingga mancanegara.
”Tujuan utama kami adalah terciptanya kemandirian desa. Kami ingin masyarakat Karangrejo tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi menjadi aktor utama yang andal dalam mengelola potensi desanya,” ujar Deden, selaku perwakilan tim Asidewi.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian program ini akan mencapai puncaknya pada peluncuran resmi desa wisata, yang nantinya akan dibarengi dengan uji coba paket wisata yang telah dirancang bersama.
Harapan untuk Ekonomi Lokal. Kolaborasi antara akademisi dari ITERA dan masyarakat ini diharapkan mampu menjadikan Desa Karangrejo sebagai motor penggerak ekonomi baru di Tulungagung.
Kehadiran destinasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang berkesan bagi pengunjung, namun juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Karangrejo secara berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari ASIDEWI dan peran aktif masyarakat, Desa Karangrejo kini optimis dapat segera bersanding dengan desa-desa wisata maju lainnya di Jawa Timur.


