JAKARTA – Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) resmi menyelenggarakan Indonesia Experiential Learning Conference (IELC) 2026 pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Mengusung tema “Beyond Destination, Into Experience”, konferensi ini menjadi forum kolaborasi nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga praktisi industri pariwisata.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi ruang dialog dan pembelajaran dalam pengembangan experiential learning yang bermakna, kontekstual, aman, dan berdampak luas bagi masyarakat. DPP AELI berharap konferensi ini mampu membangun sinergi lintas sektor guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan program berbasis pengalaman yang relevan dengan kebutuhan pembangunan manusia di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI), yang turut hadir dalam mendukung kegiatan ini, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif AELI.
”Bagi kami di ASIDEWI, kolaborasi dengan AELI melalui IELC 2026 ini adalah langkah strategis untuk memperkaya kualitas destinasi desa wisata,” ujar Ketua Umum ASIDEWI. “Tema ‘Beyond Destination, Into Experience’ sangat selaras dengan visi kami. Kami percaya bahwa desa wisata tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi harus mampu memberikan pengalaman yang transformatif bagi pengunjung. Melalui metode experiential learning dari AELI, kami berharap sinergi ini dapat memperkuat jejaring kolaborasi yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat lokal.”
IELC 2026 diharapkan dapat menjadi momentum kunci dalam memperkokoh ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman di tanah air, sekaligus mendorong integrasi antara sektor pendidikan, industri, dan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia.
