Liangkabori, 12 Juli 2026 – Kesuksesan penyelenggaraan Festival Liangkabori 2026 di Kabupaten Muna mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Salah satu pengakuan tertinggi datang dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI), yang menilai festival ini sebagai tonggak sejarah baru dalam promosi pariwisata berbasis budaya dan sejarah di Sulawesi Tenggara.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum ASIDEWI, Andi Yuwono, S.Sos., M.Si. Beliau memberikan pujian khusus kepada Kepala Desa Liangkabori, Farlin, S.H., atas dedikasi dan komitmennya yang tanpa lelah dalam memperjuangkan potensi desanya hingga mampu menembus panggung nasional dan internasional.
Perjalanan Panjang Sejak Tahun 2024
Hubungan emosional dan kerja profesional antara ASIDEWI dan Desa Liangkabori bukanlah hal baru. ASIDEWI tercatat telah mendampingi pengembangan desa wisata di Liangkabori secara konsisten sejak tahun 2024.
Langkah awal pendampingan ini dimulai dengan fokus pada pengenalan dan pelestarian situs peninggalan prasejarah yang menjadi daya tarik utama Liangkabori. Kolaborasi erat antara Andi Yuwono dan Farlin berhasil menyatukan visi untuk mengangkat marwah pariwisata desa tersebut. Buah dari komitmen jangka panjang ini akhirnya terwujud nyata dalam kemegahan Festival Liangkabori 2026 yang kini menjadi sorotan dunia.
Menaklukkan Tantangan demi Sorotan Internasional
Andi Yuwono mengakui bahwa perjalanan merintis festival ini tidaklah mudah. Banyak tantangan dan kendala yang harus dihadapi di masa-masa awal, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga penyamaan persepsi di tingkat masyarakat. Namun, kerja keras tersebut kini membuahkan hasil yang manis.
“Sejak awal merintis Festival Liangkabori memang begitu banyak tantangan dan kendala, tetapi Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar dan bisa mendapatkan dukungan dari semua stakeholder di Sulawesi Tenggara dan Nasional,” ungkap Andi Yuwono penuh syukur.

Festival Liangkabori 2026 terbukti berhasil menarik perhatian luas, tidak hanya dari wisatawan domestik tetapi juga mancanegara. Situs-situs gua prasejarah yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya lokal berhasil dikemas menjadi produk wisata berkelas dunia.
Sinergi dan Terima Kasih dari Pemerintah Desa
Keberhasilan ini disambut dengan rasa haru dan bangga oleh Pemerintah Desa Liangkabori. Kepala Desa Liangkabori, Farlin, S.H., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada ASIDEWI yang telah setia mendampingi desanya dari nol.
Menurut Farlin, tanpa bimbingan, arahan, dan transfer ilmu yang diberikan oleh tim ASIDEWI sejak dua tahun lalu, Desa Liangkabori belum tentu bisa memaksimalkan potensi wisatanya seperti sekarang. Beliau juga berharap sinergi ini akan terus berlanjut demi kesejahteraan ekonomi masyarakat desa berbasis pariwisata yang berkelanjutan.
