Pelatihan Pemetaan Digital Angkat Potensi Desa Wisata Pulau Sapi

Malinau Desa Wisata Pulau Sapi, Rabu 17 September 2025 — Desa Wisata Pulau Sapi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengikuti pelatihan pemetaan digital di DJK Coffee pada Rabu malam. Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara tim Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dan peserta dari Pulau Sapi untuk meningkatkan promosi potensi wisata desa.

Pelatihan ini berfokus pada pemetaan potensi desa wisata secara digital, termasuk tempat-tempat menarik, jalur wisata, dan fasilitas pendukung lainnya. Para peserta diajarkan cara menggunakan perangkat lunak dan aplikasi pemetaan untuk memvisualisasikan data geografis desa. Tujuannya agar informasi tentang Desa Wisata Pulau Sapi bisa diakses lebih mudah oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari Pokdarwis, BUMDes, dan pengurus Desa Wisata Pulau Sapi. Mereka secara langsung dilatih oleh tim ahli dari ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia), sebuah organisasi yang berdedikasi untuk memajukan desa-desa wisata di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di DJK Coffee, sebuah tempat yang menyediakan suasana santai dan kondusif untuk proses belajar dan berdiskusi.

Pelatihan ini diselenggarakan pada Rabu, 17 September 2025 malam hari, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk fokus belajar di luar jam kerja. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dilakukan oleh tim ahli dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia.

Pelatihan pemetaan digital ini sangat penting untuk mendukung strategi promosi Desa Wisata Pulau Sapi. Dengan peta digital yang akurat dan interaktif, wisatawan dapat merencanakan kunjungan mereka dengan lebih baik. Informasi yang mudah diakses akan meningkatkan minat kunjungan dan pada akhirnya membantu pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pendekatan praktik langsung. Tim ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) membimbing para peserta langkah demi langkah, mulai dari pengumpulan data di lapangan hingga proses digitalisasi.

Para peserta tampak antusias dan berdiskusi aktif, menunjukkan komitmen mereka untuk mengembangkan potensi wisata desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let's Chat