Mahasiswa Pariwisata ITERA Tuntaskan Magang di ASIDEWI, Siap Berdaya Saing Global Lewat Sertifikasi BNSP

​Pasuruan — Komitmen Asosiasi Desa Wisata Indonesia ASIDEWI dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang profesional dan tersertifikasi kembali dibuktikan. Sebanyak empat mahasiswa Program Studi Pariwisata dari kampus Institut Teknologi Sumatera ITERA secara resmi mengikuti Uji Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang difasilitasi oleh LSP Pariwisata Nasional di Inna Hotel and Resort Tretes, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/8/2026).

​Jembatan Teori dan Praktik Lapangan ​Sebelum menghadapi uji sertifikasi tingkat nasional ini, keempat mahasiswa tersebut telah menyelesaikan program magang intensif serta pelatihan okupasi pengelola desa wisata di Desa Wisata Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.

​Pengalaman langsung di lapangan ini menjadi modal krusial bagi para mahasiswa untuk memahami tata kelola destinasi, manajemen pariwisata berbasis masyarakat, serta praktik aplikatif industri pariwisata secara nyata.

​Kualitas dan standar pengujian kali ini semakin istimewa karena di buka langsung dan di saksikan oleh pejabat teknis dari BNSP juga dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) yang turut bertindak sebagai asesor penguji bagi para peserta pengelola Desa Wisata dan direktur LSP Pariwisata Nasional.

​Dalam keterangannya, Ketua Umum ASIDEWI memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi strategis antara dunia akademik dan praktisi lapangan.

​”Kami melihat adanya peningkatan kualitas yang signifikan dari para peserta, khususnya mahasiswa ITERA. Pengalaman magang dan okupasi yang telah mereka jalani di Desa Wisata Karangrejo, Tulungagung, memberikan fondasi mental dan teknis yang kuat. Sertifikasi BNSP ini adalah langkah nyata untuk memastikan standar kompetensi pengelola pariwisata Indonesia benar-benar siap menghadapi tantangan industri global.”

​Perwakilan mahasiswa Program Studi Pariwisata ITERA mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas pengalaman transformatif yang mereka peroleh dari program ini. Menurutnya, terjun langsung ke desa wisata mengubah cara pandang mereka terhadap dunia pariwisata.

​”Magang di ASIDEWI dan mengikuti okupasi pengelola desa wisata di Karangrejo, Tulungagung, membuka sudut pandang kami bahwa pariwisata bukan hanya soal teori di kelas, tetapi tentang pemberdayaan masyarakat dan manajerial yang riil. Melalui ujian sertifikasi BNSP hari ini di Tretes, Pasuruan, kami merasa jauh lebih percaya diri untuk mengaplikasikan ilmu pariwisata secara profesional di masa depan.”

​Pelaksanaan uji kompetensi di kawasan sejuk Tretes, Pasuruan, ini berjalan lancar dan khidmat dengan dihadiri oleh para pemangku kepentingan serta asesor kompetensi profesional. Langkah ini diharapkan mampu terus melahirkan generasi pariwisata Indonesia yang unggul, tersertifikasi resmi, dan memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.

Dalam pelaksanaan uji kompetensi tersebut di cukup bidang okupasi ketua pengelola desa wisata, skema bidang kordinator daya tarik desa wisata, kordinator operasional desa wisata dan pemandu ekowisata muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let's Chat