BLITAR – Semangat menelusuri sejarah perjuangan bangsa kembali berkobar di Kota Blitar. Sebanyak kurang lebih 140 peserta antusias mengikuti kegiatan Napak Tilas Jejak Sarekat Islam: Ruang, Gagasan, dan Pergerakan yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan yang berpusat di Pendopo Penghulu Blitar ini dirancang sebagai sarana untuk mengenang dan memahami perjalanan Sarekat Islam yang menjadi bagian penting dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa.
Rangkaian Perjalanan Napak Tilas
Acara dibuka dengan registrasi peserta pada pukul 12.30 WIB, dilanjutkan dengan Diskusi I pada pukul 13.15 WIB yang menghadirkan pemateri Fery Ryandika, S.Pd., dengan moderator F. Niam Fauzi, S.Ark., serta dipandu oleh pembawa acara Adi Firman Syah, S.Tr.Par.
Setelah diskusi ditutup pada pukul 14.00 WIB, para peserta memulai perjalanan napak tilas menyusuri jejak sejarah dengan rute sebagai berikut :
Situs I : Kunjungan ke Makam Kyai Abdullah Fakih (14.30 WIB) yang dipandu oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan.
Situs II : Kunjungan ke Langgar Gantung An-Nurr Plosokerep (15.10 WIB) yang dipandu oleh Fery Ryandika, S.Pd., dilanjutkan dengan diskusi kecil di serambi langgar setelah menunaikan salat Ashar.
Situs III : Kunjungan ke Ponpes Miftahul Ulum Jatinom (16.30 WIB) untuk sesi diskusi terakhir bersama seluruh pemateri, kegiatan nyekar di makam Kyai Imam Bukhori, dan observasi area pondok.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat Magrib berjamaah pada pukul 17.45 WIB, sebelum akhirnya peserta bergerak menuju Museum PETA dan diarahkan ke Makam Bung Karno pada pukul 18.15 WIB.
Andi Yuwono, S.Sos., M.Si. selaku inisiator acara, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan seluruh pihak dan tingginya antusiasme peserta.
“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan upaya kita untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang bagaimana gagasan besar lahir di tanah Blitar. Melihat 140 peserta yang hadir dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga penggiat sejarah, membuktikan bahwa semangat pergerakan ini masih sangat relevan untuk diteruskan ke generasi masa kini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ruang-ruang bersejarah yang ada di Kota Blitar tidak hanya sekadar menjadi bangunan tua, tetapi tetap hidup sebagai saksi bisu lahirnya gagasan dan semangat pergerakan bagi generasi masa kini, sesuai dengan tema kegiatan : “Menyusuri jejak ruang, menghidupkan gagasan, menyalakan semangat pergerakan”.




